Imaji : Aku fans Real Madrid dari lahir

Aku fans Real Madrid dari lahir. Kata orang-orang sekitarku aku beruntung karena dari lahir sudah di daulat menjadi fans Real Madrid. Jangan dekat-dekat fans Celta Vigo yang egois atau fans Middlesbrough yang arogan, begitu kata mereka.

Tapi aku tidak mengerti kenapa aku harus berburuk sangka dengan fans dari klub lain.

Kebetulan di kotaku mayoritas fans Real Madrid, walaupun negara kami berjarak ribuan kilometer dari negara Matador itu. Di dunia tempatku tinggal, sangat aneh bila seseorang tidak punya pegangan klub bola favoritnya. Bahkan di negaraku diatur dalam undang-undang kalau seseorang harus punya klub bola favorit. Jujur aku pun merasa menjadi fans Real Madrid adalah hal yang membanggakan. Jumlah kami terbanyak di negara ini dan nilai-nilai yang ditanamkan sebagai fans Real Madrid sangatlah indah. Toleransi antar fans, membantu fans klub lain yang kesulitan, menghormati para pengamat sepakbola dan berbagai hal baik lainnya. Semua nilai yang diajarkan apabila diaplikasikan dapat menuntun sepanjang hidupmu menjadi fans sepakbola yang mulia.

Tapi aku tidak mengerti kenapa beberapa tetanggaku sangat sensitif dengan fans dari klub lain.

Kalau aku dengar dari guru PPKn (Pendidikan Persepakbolaan dan Kewarganegaraan) saat aku kecil dulu, menghormati klub bola lain adalah keharusan. Menghina klub lain tentu akan menyinggung fansnya dan di negara kami yang katanya menjunjung perdamaian ini adalah hal yang tabu. “Walau kamu yakin Real Madrid adalah klub terbaik, terapkan nilai-nilainya lah dalam hidupmu bukannya menggunjingkan klub lain seolah mereka lebih rendah dari klub favoritmu” begitu kata Pak Sukirman, guruku yang pecinta berat Fernando Hierro, kapten penuh pesona Real Madrid dahulu.

Tapi aku tidak mengerti kenapa sepertinya teman-temanku gampang lupa dengan pelajaran itu.

Di umurku yang sekarang, semua orang bebas mengeluarkan pendapatnya hanya dengan perangkat elektronik plus internet. Rekan yang aku temui ramah di universitas dulu, ternyata saat aku iseng membuka akun sosial medianya, penuh cacian kepada figur terkenal fans klub lain. Mitra kerjaku yang biasa aku ajak bermain bersama, ternyata dia punya waktu reguler untuk membahas isu klub bola lain yang tentu saja bukan klub bola favoritnya. Aku pun berasumsi ternyata dunia maya adalah tempat orang untuk mengeluarkan sisi dirinya yang lain yang takut akan konsekuensi apabila ia berkata langsung di dunia nyata.

Tapi aku pun masih tidak mengerti

Apa yang salah ya? Apa karena mereka merasa tinggal di tempat mayoritas fans Real Madrid sehingga mereka berpikir akan punya back-up teman-teman yang akan membelanya walau mereka jelas-jelas menyinggung fans bola yang lain? Tapi tak jarang juga fans selain Real Madrid melakukan hal tak baik juga, entah itu membela diri atau mereka juga merasa akan mendapat back-up dibalik kelihaian mereka mengetik di keyboard.

Tapi aku..

Aku bisa berkata aku sangat beruntung sekarang, aku diberi kesempatan untuk tinggal di kota yang mana aku hanyalah segelintir fans Real Madrid di sini. Mayoritas adalah fans Sporting Lisbon, ada juga fans Arsenal, Barcelona dan klub-klub yang bahkan aku tidak kenal sebelumnya. Aku sempat was-was apakah aku akan dijauhi karena fans Real Madrid disini sering ditimpa isu yang tidak sedap. Namun ternyata dugaanku salah. Mereka menaruh hormat yang sama kepadaku atau fans klub manapun, jadi tak salah kalau akupun hormat kepada mereka. Tak jarang mereka bertanya tentang klub kami, dan seperti yang Pak Sukirman bilang, tak ada cara lain membuat orang lain kagum kepada Real Madrid selain menjadi fans Real Madrid yang baik, tak perlu mencela klub lain untuk menjadikan klubmu terlihat lebih mulia.

Tapi..

ah terlalu banyak tapi. Lelah.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s