Cerita Kota : Madrid

Telat menuju bandara, lari tergesa, tidak tahu apa yang akan menyapa.

Disertasi selesai 31 Agustus.
Saya dan istri saya, Laksita langsung pergi esoknya. Newcastle ke Madrid.
Packing seadanya, mengingat kami juga harus meninggalkan flat yang kami sudah tempati selama setahun sehingga kondisi sangatlah hectic. Untung, Laksita sudah menyelesaikan disertasinya lebih cepat sehingga ia dapat merapikan tempat tinggal kami sembari memberi dorongan motivasi untuk suaminya yang tak kunjung selesai tugas akhirnya sampai diujung batas waktu.

Uber pun datang menjemput. Kami telat. Sang supir menjanjikan untuk mengebut walaupun selama perjalanan ia memberikan wejangan tentang hidup. Ia berkata, apapun yang terjadi, jangan pernah malu untuk bertanya dan meminta tolong. Aku pun langsung mengaplikasikan nasihatnya dengan memintanya melaju lebih cepat.

Kami berlari di bandara, check-in seadanya, dan masuk gate tak lama sebelum penjaga menutupnya. Saya dan Laksita cukup berdebar, mengingat liburan ke luar negeri kami sebelumnya dari sini hanyalah Turki, dan itu dibantu dengan berkunjung ke rumah teman dan ditemani saudara. Sekarang, tur Eropa yang kami rencanakan dengan minim akan dimulai.

Lanskap dominan berwarna merah marun menyambut dari jendela pesawat kami. Udara panas dengan pohon tropis memastikan kami bukan berada di Inggris lagi. Sudah sekitar jam 19.00 saat kami turun dari pesawat dan langit masih menunjukkan bahwa siang masih panjang.

Kami pun berpikir jangan-jangan kami bisa berputar-putar mengitari ibukota, tapi kami salah. Sejam kemudian mendadak langit kota gelap. Kami langsung menaikki overpriced taxi menuju akomodasi Airbnb kami. Pemiliknya menyambut kami dengan ramah bahkan mengajari dasar-dasar bahasa Spanyol yang kami butuhkan untuk menawar harga dan hati penjualnya.

Esok harinya, petualangan dimulai. Bermodal itinerary yang mencontek dari teman plus google keyword “top madrid attractions” membawa kami ke tempat-tempat indah di sini.

Retiro Park adalah tempat pertama yang kami kunjungi. Taman yang tak bisa dilewatkan setiap turis yang berkunjung ke Madrid. Tanaman unik, tempat berteduh gratis dari sengatan surya, air mancur yang indah dan segala lainnya membuat kami betah untuk berlama-lama disini.

Retiro Park

Berjalan ke sisi lain Retiro Park membawa kami ke jalur objek wisata lain seperti katedral dan juga Royal Palace of Madrid. Semuanya indah, hanya saja panas yang terik kadang mengurangi kenikmatannya. Untungnya bekal air minum dan churros dapat membuat kadar gula dan air dalam tubuh tetap terjaga.

Istana dan sekitarnya

Beristirahat sejenak sambil menikmati alunan akordeon menjadi obat kami melawan lelah. Karena inti dari travelling menurut saya dan istri bukan hanya mengejar tempat wisata yang harus dikunjungi namun juga beristirahat, menikmati momen dan mengamati manusia dan sekitar. Hal simpel yang dapat membawa kebahagiaan sembari mengambil mental pictures sebagai kenangan di otak.

Sore menuju malam kami habiskan di Temple of Debod dan Puerta del Sol. Melihat matahari terbenam di balik bangunan tua dan dilanjutkan ke pusat kota untuk melihat keramaian malam menjadi penutup hari yang baik sebelum kami kembali ke akomodasi dengan kereta malam.

DSC_2225
Menuju Senja di Temple of Debod
DSC_2232
Baru menyadari beruang di logo Atletico Madrid adalah ikon kota ini
DSC_2298
Sulitnya teknologi dan mudahnya membaca

 

Esok harinya adalah saat dimana bucket list sedari saya masih bermain Winning Eleven di rental sehabis pulang sekolah. Mengunjungi markas Real Madrid, dimana saya selalu bermimpi bisa bertemu Iker Casillas, David Beckham, Zinedine Zidane, Fernando Hierro dan Raul Gonzales yang sedang berlatih. Zaman dan rotasi pemain sudah berubah, bahkan saat Zidane sudah menjadi pelatih, mimpi ini masih terus ada.

Dengan menggunakan kartu turis yang masih berlaku untuk menaiki semua moda transportasi, Santiago Bernabeu pun sampai di depan mata saya. Saya terhenyak, karena saya tak pernah tahu kapan mimpi ini akan terkabul dan ternyata butuh sekitar 15 tahun untuk mewujudkannya. Tanpa ragu saya dan Laksita ikut antrian panjang untuk mengikuti stadium tour.

Setelah masuk, selain berlelah-lelah berdesakkan, hanya ada decak kagum yang muncul. Stadion yang hanya ada ditelevisi sekarang sudah ditapaki. Kami pun menelusuri mulai dari tribun, museum sampai ruang ganti. Semuanya membuat haru biru.

DSC_2233
Terlalu Megah
DSC_2245
Terlalu banyak Piala
DSC_2291
Terlalu bagus untuk tempat ganti baju
DSC_2297
Terlalu mahal untuk dibeli

Pengalaman unik terjadi saat saya dan istri makan siang di dekat stadion. Saya memutuskan makan di restoran cina bernama Tao 369. Saya disana baru ingat, kalau kami harus mencetak tiket pesawat dari Barcelona ke Paris karena Ryan Air entah kenapa tidak menerima e-ticket di saat itu. Hari itu hari minggu, dan saya baru tahu kalau di Spanyol hampir semua jenis bisnis tutup di hari itu kecuali restoran dan hotel. Kami pun bertanya dimana kami bisa mencetak e-ticket kepada pelayan.

Pertama dia berkata mungkin ada di pusat kota, namun dia tiba-tiba meragu karena hari ini hari Minggu. Ia pun melihat buku teleponnya dan menelepon kerabat Tiongkok lainnya yang bekerja di hotel. Tak lama ia meminta saya untuk mengirimkan file ticket kami ke email temannya. Setelah itu, ia pergi dengan motornya dan kembali dengan tiket di tangan.

Saya sangat terharu mengingat kami benar-benar orang asing untuknya namun ia rela menghubungi temannya yang bekerja di hotel, meninggalkan restoran, naik motor, mencetak tiket dan menolak uang pemberian kami. Trip Advisor bintang lima tak cukup untuk restoran dan pria baik hati itu. Kalau anda ke Santiago Bernabeu, tolong sempatkan untuk makan di restoran Tao 369!

Laksita dan saya akan melanjutkan perjalanan ke Barcelona dengan menggunakan overnight bus tengah malam, sehingga sisa hari kami di Madrid kami habiskan di Retiro Park, menyusuri kota dan tentu saja makan makanan khas di Madrid. See you on the next story in Barcelona!

Catatan :

Tips yang menurut kami penting untuk travelling di Madrid :

  1. Beli Tourist Card untuk metro dan moda transportasi lainnya
  2. Nikmati tiap momen dan amati kehidupan di masyarakatnya
  3. Coba churros, seafood dan cocktail non alkoholnya!
  4. Kalau Stadium tour pastikan datang pagi biar tak terlalu ramai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s