London : enam belas jam

Berangkat jam sebelas malam dengan bis dari utara Inggris untuk sampai ke daerah selatan negara yang sama nyatanya cukup melelahkan. Efek lelah akibat tidur yang lama tapi tidak berkualitas menjadi masalah utama saat saya dan istri menginjakkan kaki di London. Sepuluh bulan di Inggris, ini baru kali kedua saya ke ibukota. Tujuan utama saya satu, menikmati konser beatboxer favorit saya, Tom Thum bersama manusia yang tak kalah bertalentanya, Jamie MacDowell.

Continue reading “London : enam belas jam”

Konversasi Fiksi dengan anak 4 SD : Kartun dan Baywatch

Dia datang ke kamar saya di lantai 4 dengan muka celingukan. Istri saya sudah tidur. Saya sudah tahu dia mau datang, karena saya yang mengundang. Bocah berumur 10 tahun ini terakhir mengunjungi saya di Bandung bertahun-tahun lalu. Sekarang dia datang lagi dengan maksud yang sama, mengobrol tentang hidup saya dan dunia.

Namanya Alam, bocah 4 SD yang sering tak percaya diri karena hanya dia di kelas yang memakai kacamata. Siswa yang beberapa kali juara 1 berduaan dengan temannya karena gurunya tak tega menurunkan rankingnya. Anak yang menangis karena pernah dimusuhi secara komunal teman sekelas karena tidak memberi contekan. Anak yang bangun jam 4 pagi untuk bermain playstation tetapi malah nyasar menonton Baywatch.

Dia senang sekali bertanya macam-macam, dari yang ringan sampai yang membuat saya sakit hati saat menjawab. Tapi ya saya jawab, karena ia tak akan berhenti bertanya sampai ia puas. Dan obrolan bersifat informal ini pun dimulai.

Continue reading “Konversasi Fiksi dengan anak 4 SD : Kartun dan Baywatch”

DOTA 2 : 3 Pelajaran hidup di dalamnya*

Defense of the Ancient 2 yang berakronim sebagai DOTA 2, game online bergenre multiplayer online battle arena (MOBA) adalah permainan yang sudah mentransisi saya dari fans sepakbola menjadi penggemar electronic sports. Saya sempat mengalami masa kelam sebagai gamer garis sedikit keras yang bisa bermain di warnet selama 48 jam dengan jam tidur kurang dari seperdelapannya.  Kalau mengutip lagu dari lagu anyar dua publik figur kontroversial yaitu Young Lex dan Awkarin kurang lebih liriknya “Kalian skripsi aku penuh Dota”, itulah yang terjadi di dalam masa tingkat akhir saya. Namun Tuhan yang Maha Baik menaruh saya di lab dimana teman-teman, senior dan dosen yang sangat peduli dengan skripsi saya sehingga saya bisa tetap lulus di garis tengah distribusi normal.

Continue reading “DOTA 2 : 3 Pelajaran hidup di dalamnya*”