Alam & Ita Halal: Biggest Project of My Life (so far) — Awicarita

Every love story is beautiful, but ours is my favorite. – Anonymous. I’m married!!! Yeay~ hahaha. Apparently the 4.5 years long love story of me and my ex-boyfriend-now-husband (Kak Alam ♥) has come to a highly anticipated end, alhamdulillah, but it is also the beginning of our new lifetime voyage and struggle ahead of us, we’re developing […]

via Alam & Ita Halal: Biggest Project of My Life (so far) — Awicarita

Puisi : Terlewat

Rutinitas yang berulang
sampai tidak tahu kemana harus pulang
Mengorbankan waktu atas nama uang
Sampai hati sudah kehabisan ruang

Ya hatimu sudah kehabisan ruang
Sampai iblispun bersulang
atas jiwamu dan Tuhan yang saling bersilang
Jangan tanya kenapa cintaNya kepadamu menghilang
kau diajak menuju terang saja berang

Sekarang kamu sadar
apa yang berharga buatmu mulai pudar
Penting dan sia-sia terlihat samar
Manisnya ibadah pun terasa hambar

Kamu perlahan membuka kitab agamamu yang suci
Kau harus tiup dulu debu yang menutupi
entah sudah berapa lama ia teronggok sendiri
menunggu pemiliknya menengok ia kembali

Yah sayang semuanya sudah terlambat
Saat kau baru mau membaca nafasmu terhambat
Detak jantung itu perlahan melambat
Imaji seluruh perbuatanmu berkelebat
Kamu tersadar tak ada darimu yang cukup hebat
dan hidupmu terlalu banyak hal yang terlewat

Festival Membaca Belu : Asa jua menyala di Atambua

Alhamdulillah, kerja keras dan doa bersalaman dengan semesta kali ini. Dongeng saya yang berjudul “Kura-Kura dan Buku-Buku Ajaib” dipilih Gramedia sebagai salah satu pemenang utama untuk menghadiri Festival Membaca di Belu, Nusa Tenggara Timur. Rasa penasaran akan daerah yang belum pernah saya injak plus semua akomodasi yang ditanggung oleh Gramedia bersama organisasi non-pemerintah Save The Children membuat saya tidak ragu untuk mengkonfirmasi keikutsertaan saya kesana dari 21-24 Juli kemarin.

Continue reading “Festival Membaca Belu : Asa jua menyala di Atambua”

Donald Trump : Andai Saya Menjadi Presiden Indonesia

“Ih, kenapa sih Amerika benci banget sama Islam, teroris itu kan sebagian kecil dari jumlah penduduk muslim.”

“Dasar Barat sialan, bisanya nyalahin Islam melulu, padahal itu kan konspirasi Yahudi.”

Saya sudah tidak asing mendengar kalimat sedikit teman saya yang muslim seperti itu. Entah ucapan yang terlontar berdasar fakta atau emosi, tapi saya bisa merasakan jiwa mereka tercabik. Kesalnya memang beralasan, karena para kaukasian itu banyak yang mencap muslim, yang notabene berjumlah 23% dari penduduk dunia, sebagai teroris. Tidak masuk akal kan? Jadi wajar kan kalau mereka kesal? Mereka juga merasa Islam didiskreditkan statusnya karena posisi mereka sebagai minoritas di sana. Namun di lain waktu mereka juga dengan entengnya berkata:

“Bahaya nih kalau bangun gereja di sana, nanti bisa-bisa ada kristenisasi.”

“Pemimpin kafir cuma bawa keburukan buat Indonesia, lebih baik Indonesia jadi negara Islam saja.”

Continue reading “Donald Trump : Andai Saya Menjadi Presiden Indonesia”